Jadilah The Next Dewis Akbar untuk SATU Indonesia


Leemindo.com Program SATU Indonesia Award diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda untuk mencari generasi terpilih berusia 20-35 tahun yang siap memberi kontribusi positif demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di bidang lingkungan, teknologi, ekonomi, kesehatan serta kewirausahaan.

Sumber Foto: https://m.tempo.co
Dengan kontribusi dari Astra tersebut, diharapkan dapat membantu orang lain agar bisa menjadi lebih mandiri dengan berbagai pelatihan, bukan sekadar solusi sementara maupun bersifat sumbangan dan donasi. Dalam rangka memperingati 60 tahun-nya, pihak Astra akan memberikan bantuan dana pengembangan masyarakat sebesar masing-masing Rp 60 juta untuk penerima apresiasi tingkat nasional.
 
Untuk mengikuti program ini, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu:
  • Berusia maksimal 35 tahun
  • Individu atau kelompok dengan jumlah minimal 3 orang
  • Memiliki kegiatan yang orisinil
  • Penggiat/ kegiatannya telah berlangsung minimal 1 tahun
  • Belum pernah menerima penghargaan Nasional/ Internasional
  • Bukan karyawan Grup Astra dan Tempo Media Group
  • Dapat mendaftarkan orang lain yang memenuhi persyaratan dan ketentuan mengikuti SATU Indonesia Awards 2017

Sedangkan parameter penilaiannya dilihat dari kegiatan-kegiatan yang berkontribusi atau berdampak pada perubahan, antara lain:
  • Motif: Ide awal, jenis kegiatan, tujuan/ motivasi/ sasaran, bidang prestasi, usaha untuk mewujudkan, pihak-pihak yang bekerja sama dan lembaga pendanaan
  • Hasil: Kegiatan dan hasil yang telah diciptakan
  • Jangkauan: Jumlah dan dampak pada orang atau sistem yang telah dibangun melalui program-program yang telah dilakukan
  • Kesinambungan: Menilai komitmen untuk melanjutkan kegiatan

Tim penilai program ini adalah orang-orang hebat yang sudah berkompeten pada bidangnya. Berikut ini adalah para dewan juri dari program SATU Indonesia Award:
  • Prof. Emil Salim, Prof. Nila Moeloek (Menteri Kesehatan Republik Indonesia)
  • Prof. Fasli Jalal (Wakil Menteri Pendidikan Nasional RI periode 2010-2012 dan Guru Besar Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta)
  • Ir. Tri Mumpuni (Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan)
  • Onno W. Purbo Ph.D. (Pakar Teknologi Informasi)

Adapun yang menjadi dewan juri dari pihak Astra adalah:
  • Yulian Warman (Head Of Public Relations Division PT Astra International Tbk.)
  • Riza Deliansyah (Head Of Environment adn Social Responsibility Division PT Astra International Tbk.)
  • Bambang Harymurti (Redaktur Senior Tempo)

Bagi Anda yang masuk dalam kriteria diatas, atau memiliki kenalan dengan kriteria yang sama, bisa mendaftarkan diri dan teman Anda DISINI 

Pendaftaran dimulai dari tanggal 20 Maret – 10 Agustus 2017

Mencari The Next Dewis Akbar di Balikpapan

Balikpapan adalah salah satu Kota di Indonesia yang sudah banyak menelurkan prestasi, baik nasional maupun Internasional. Kota ini dibangun dengan kegigihan sehingga tidak heran bagaimana prestasi demi prestasi datang ke Kota ini. SATU Indonesia mengajak kita semua untuk menjadikan salah satu kota di Pulau Kalimantan ini sebagai inspirasi bagaimana dalam membangun kota penuh prestasi.

Kesuksesan Balikpapan merengkuh semua itu tentu tak luput dari kontribusi lapisan pemerintahan hingga ke masyarakat. Nah, bagaimana dengan pemudanya? Kita belajar dari Dewis Akbar, seorang pemuda yang mendapatkan apresiasi SATU Indonesia tahun lalu.

Penggagas Lab Komputer Mini
Dewis Akbar (34 tahun) adalah pembimbing sekaligus pengajar dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk anak sekolah. Namun pria lulusan Institut Teknologi Bandung jurusan Ilmu Komputer ini tidak puas. Bersama Budi Arifin, teman satu sekolahnya dulu, ia membangun sebuah lab “Komputer Mini” Raspberry P.i. Lab ini ia jadikan wadah bagi anak – anak yang ingin lebih menggali secara dalam manfaat serta kegunaan TIK. Dengan sarana yang terbilang minim beberapa murid binaan Dewis Akbar dapat membuat sebuah karya yang disebut dengan “Saron Simulator” (alat musik gamelan dari komputer) di lab komputer mini miliknya. “It’s not what you know, but what you do,” tutup Dewis.



Bagaimana dengan generasi muda saat ini? Kita tidak perlu meragukan kualitas dan prestasi generasi bangsa dalam era modern ini. Banyak sekali pemuda yang menelurkan prestasi di tingkat Nasional maupun Internasional. Berbagai karya mereka pun berhasil menjadi inspirasi banyak orang.

Harapan besar bagi generasi muda untuk terus peduli kepada masyarakat sekitar dengan kontribusi positif baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, wirausaha dan teknologi yang sekiranya dapat memberdayakan masyarakat kecil agar lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.

Dengan demikian, Sumpah Pemuda tak hanya sekadar sumpah di tanggal 28 Oktober, namun lebih berisi aksi nyata. Bersama kita tebarkan semangat Inspirasi 60 tahun Astra dalam SATU Indonesia Award.

Semangat pemuda seperti Dewis Akbar, berkolaborasi dengan inspirasi dari Kota Balikpapan dalam membentuk kota penuh prestasi, tentunya akan melahirkan generasi emas untuk menuju Indonesia yang Merdeka dalam konteks sebenarnya.

Referensi Artikel:
http://satu-indonesia.com
http://satu-indonesia.com/satuindonesiaawards/detail-peserta/38

CONVERSATION

1 komentar:

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Pengembangan kemasyarakatan
    Silahkan kunjungin web kami http://www.lpug.gunadarma.ac.id/ kami menyediakan beberapa artikel mengenai lembaga pengembangan.

    BalasHapus

"Komentar yang baik akan menunjukkan pribadi yang baik pula."

Terima kasih telah berkunjung dan membaca tulisan ini. Bantu SHARE yaa jika berkenan. Silahkan centang beri tahu saya untuk berinteraksi lebih lanjut di kolom komentar.

Salam hangat,
Leemindo.com