Inilah Kotaku, Pontianak Kota Bersinar


Pontianak Kota Bersinar merupakan salah satu julukan untuk kota kelahiran saya ini. Banyak sekali julukan lain untuk kota ini seperti Kota Seribu Parit, Kota Hantu, Kota Khatulistiwa dan lain sebagainya. Namun dalam sejarahnya, sebagian besar mengartikan Pontianak sebagai nama hantu. Ini bisa dilihat ketika kita mencari kata “Pontianak” pada pencarian google, yang terlihat adalah gambar hantu (pontien, khuntien). Hiii.. Menyeramkan sekali kotaku ini...

Page One Google dengan keyword Pontianak
Namun pada kali ini, saya hanya akan membahas slogan atau julukan Pontianak sebagai Kota yang “Bersinar”. Makna “Bersinar” disini bukan dalam arti sebenarnya yaitu terang atau bercahaya. Bersinar adalah sebuah singkatan yang artinya:



Big Family of taZki berkolaborAksi di Hari Bebas Sampah Nasional

BERSIH
Kita sangat berharap Kota ini semakin menunjukkan kemajuan sebagai salah satu bahkan menjadi nomor satu kota terbersih di Indonesia. Hal ini sudah semakin tampak ketika saya terjun sebagai salah satu anggota “Forum Relawan Bahagia” berkolaborasi dengan komunitas dan Kelurahan untuk menjadikan Pontianak #BebasSampah2017. Pada Hari Peduli Sampah Nasional, 21 Februari 2016 lalu, sebanyak 1000 lebih peserta dari komunitas bergabung untuk membersihkan sampah di beberapa titik kota Pontianak. Kegiatan ini hingga sekarang tetap rutin dilakukan dengan terus berkolaborasi dalam KOLAK (Kolaborasi Relawan dan Kelurahan). Ada 2 produk unggulan yang dihasilkan oleh Relawan Bahagia, yaitu Angkuts (Aplikasi berbasis android untuk mengatasi sampah rumah tangga dengan menjemput sampah dari rumah anda) dan Prolibeg (Cara tepat untuk mengolah sampah organik). Dalam KOLAK, kami terus bergerak berkolaborAksi menuju #PontianakBebasSampah 2017.

SEHAT
Kesehatan adalah salah satu hal terpenting yang harus kita jaga, baik itu sehat jasmani maupun rohani. Banyak cara untuk menjaga kesehatan tubuh salah satunya dengan berolahraga. Car Free Day yang difasilitasi pemerintah kota setiap minggunya menjadi salah satu cara untuk hidup sehat. Belum lagi ditambah beberapa komunitas yang bergerak untuk mengajak masyarakat menjalankan pola hidup sehat. Komunitas Darah Segar (Komdas) adalah salah satunya. Mengajak masyarakat untuk berdonor secara rutin, menjadikan tubuh sehat dan pastinya menjadi ladang amal kita untuk saling membantu masyarakat yang membutuhkan darah kita. Setetes darah kita sangat berguna bagi mereka yang membutuhkan. Komdas juga mengajak kita tidak hanya berdonor disaat ada yang membutuhkan, tetapi dengan berdonor secara rutin dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat.

INDAH
Pernahkah anda membayangkan caranya pergi ke sisi lain bumi dalam sekejap? Jika anda berada di sebelah barat bumi, kira-kira berapa lama anda bisa berpindah ke bagian timur bumi? Jika anda berada di Pontianak, hal itu bisa anda lakukan dalam sekejap! Wow!! Bagaimana caranya? Mari kita pergi ke titik nol derajat bumi. Hal ini akan anda lakukan dengan mudah. Inilah salah satu yang saya banggakan sebagai buda’ Pontianak. Tugu Khatulistiwa adalah salah satu tempat yang harus anda kunjungi jika berada di Kota Pontianak. Masih banyak tempat indah lainnya di kota ini. Berikut ini adalah beberapa destinasi wisata Pontianak yang saya rangkum.

  • KERATON KADRIAH
Keraton Kadriah dibangun pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie yang merupakan Sultan pertama Kesultanan Pontianak. Keraton Kadriah berada di Jalan Tritura, Pontianak Utara. Bangunan didominasi oleh warna kuning dan terbuat dari kayu belian, kayu di Kalimantan yang dikenal sebagai kayu besi karena kekuatannya. Pada halaman luar, terdapat meriam kuno peninggalan Jepang dan Portugis. Sedangkan di dalam bangunan, ada singgasana sultan dan permaisuri, lengkap dengan foto-foto, pakaian Sultan dan berbagai koleksi lain milik Sultan. Salah satu koleksi yang unik adalah sebuah Al-Quran yang ditulis tangan sendiri oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie.
  • MASJID JAMI
Nama populer masjid ini adalah Masjid Sultan Syarif Abdurrahman. Masjid Jami Pontianak menjadi saksi asal mula kota Pontianak bersama Keraton. Bangunan masjid ini memiliki atap masjid yang bertingkat empat. Sementara di dalamnya terdapat empat pilar utama dari kayu belian berdiameter 0,5 meter. Masjid ini mampu menampung hingga 1.500 orang jamaah. Bangunan Masjid Jami Pontianak dibangun dengan gaya rumah panggung. Hal ini untuk menghindari banjir saat Sungai Kapuas meluap. Masjid Jami Pontianak berlokasi sekitar 200 meter dari Keraton Kadriah.
  • MAKAM KESULTANAN BATU LAYANG

Tempat wisata ini merupakan kompleks tempat pemakaman tujuh Sultan Pontianak dan keluarganya. Makam utama adalah makam Sultan pertama yaitu Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie, yang letak makamnya berada di dalam sebuah ruangan tepatnya di tengah komplek yang berbentuk mirip bunker kecil. Untuk pintu masuk peziarah dibuat rendah, jadi para peziarah harus merunduk ketika memasuki. Hal ini juga sebagai penghormatan pada sultan.
Di luar area kompleks terdapat sebuah gundukan batu berwarna hijau. Batu ini yang sering disebut sebagai batu layang. Tempat komplek pemakaman ini berada sekitar 2 km dari Tugu Khatulistiwa. Untuk berkunjung ke Kawasan Makam ini, tak perlu mengeluarkan biaya.
  • TUGU KHATULISTIWA
Tugu ini pertama kali dibangun pada tahun 1928, dengan bentuk awal hanya tonggak dan anak panah. Pada tahun 1990, direnovasi dan dibuat kubah untuk melindungi tugu asli dan dibuat 5x lebih besar dari aslinya, yang mana ini diresmikan pada tanggal 21 September 1991.

Ada tulisan EVENAAR (dari Bahasa Belanda yang artinya Equator) diantara 2 pilar belakang dan untuk menunjukkan letak berdirinya di garis bujur timur, diberi plat bawah bertuliskan 109o 20’ OLvGr. Di tempat ini juga terdapat museum yang berisikan informasi tentang garis imajinasi bumi. Tugu Khatulistiwa ini berada sekitar 3 km dari pusat kota Pontianak, tepatnya di Siantan, Pontianak Utara.

Wisatawan dari belahan dunia lain akan berkunjung ke tempat ini untuk menyaksikan kulminasi matahari, yang terjadi pada 21-23 Maret dan 21-23 September setiap tahun. Ketika itu terjadi, bayangan benda di Pontianak seakan menghilang dan telur pun bisa berdiri tegak.

Titik kulminasi matahari merupakan fenomena alam ketika matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari tepat berada di atas kepala sehingga bayangan benda-benda di permukaan bumi tidak tampak. Kulminasi matahari juga menghasilkan gaya gravitasi yang cukup kuat sehingga bisa membuat telur berdiri tegak di titik nol derajat. Selain di Pontianak, Indonesia, kejadian kulminasi ini juga bisa ditemui di Gabon, Zaire, Uganda, Kenya, Somalia, Ekuador, Peru, Columbia dan Brasil. Namun, dari semua kota atau negara yang dilewati tersebut, hanya ada satu di dunia ini yang dibelah atau dilintasi secara persis oleh garis khatulistiwa, yaitu Kota Pontianak.

Hasil pengukuran oleh tim BPPT menunjukkan bahwa Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada posisi 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara dan 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur. Sementara posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik ternyata terletak 117 meter ke arah Sungai Kapuas dari arah tugu. Hal ini menandakan adanya pergeseran titik nol derajat bumi dari monumen tugu yang berdiri saat ini.
  • TUGU DIGULIS
Monumen Sebelas Digulis Kalimantan Barat, disebut juga sebagai Tugu Digulis atau Tugu Bambu Runcing atau Tugu Bundaran Untan oleh warga setempat, merupakan sebuah monumen yang terletak di Bundaran Universitas Tanjungpura, Jalan Jend. Ahmad Yani, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak.

Monumen yang diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat H. Soedjiman pada 10 November 1987 ini pada awalnya berbentuk sebelas tonggak menyerupai bambu runcing yang berwarna kuning polos. Pada tahun 1995, monumen ini dicat ulang dengan warna merah-putih. Penggunaan warna merah-putih ini menjadikan sebagian warga menganggap monumen ini lebih mirip lipstik daripada bambu runcing. Kemudian, pada tahun 2006 dilakukan renovasi pada monumen ini sehingga berbentuk lebih mirip bambu runcing seperti penampakan saat ini.

Monumen ini didirikan sebagai peringatan atas perjuangan sebelas tokoh Sarekat Islam di Kalimantan Barat, yang dibuang ke Boven Digoel, Irian Barat karena khawatir pergerakan mereka akan memicu pemberontakan terhadap pemerintah Hindia Belanda di Kalimantan. Tiga dari sebelas tokoh tersebut meninggal pada saat pembuangan di Boven Digoel dan lima di antaranya wafat dalam Peristiwa Mandor. Nama-nama kesebelas tokoh tersebut kini diabadikan juga sebagai nama jalan di Kota Pontianak. Kesebelas pejuang itu antara lain:
1. Achmad Marzuki, asal Pontianak, meninggal karena sakit dan dimakamkan di makam keluarga;
2. Achmad Su'ud bin Bilal Achmad, asal Ngabang, wafat dalam Peristiwa Mandor;
3. Gusti Djohan Idrus, asal Ngabang, wafat dalam pembuangan di Boven Digoel;
4. Gusti Hamzah, asal Ketapang, wafat dalam Peristiwa Mandor;
5. Gusti Moehammad Situt Machmud, asal Ngabang, wafat dalam Peristiwa Mandor;
6. Gusti Soeloeng Lelanang, asal Ngabang, wafat dalam Peristiwa Mandor;
7. Jeranding Sari Sawang Amasundin, asal Kapuas Hulu, meninggal karena sakit di Putussibau.
8. Haji Rais bin H. Abdurahman, asal Ngabang, wafat dalam Peristiwa Mandor;
9. Moehammad Hambal alias Bung Tambal, asal Ngabang, wafat dalam pembuangan di Boven Digoel;
10. Moehammad Sohor, asal Ngabang, wafat dalam pembuangan di Boven Digoel; dan
11. Ya' Moehammad Sabran, asal Ngabang, meninggal karena sakit.

Saat ini, tugu digulis diperindah dengan air mancur dan lampu di sekelilingnya, yang membuat pemandangan semakin indah di malam hari dengan alunan air mancur yang bervariasi.
  • SUNGAI KAPUAS
Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang mencapai 1.143 km. Sungai Kapuas merupakan rumah dari lebih 700 jenis ikan dengan sekitar 12 jenis ikan langka dan 40 jenis ikan yang terancam punah.

Untuk menikmati keindahan Sungai Kapuas, anda dapat menikmati keindahan sungai ini dengan menyewa sampan lengkap dengan pendayungnya seharga Rp 10.000 - 20.000. Namun jika anda bepergian secara rombongan, anda dapat datang ke Cafe Serasan dan menyewa kapal untuk menyusuri sungai kapuas hingga ke Tugu Khatulistiwa. Anda juga dapat bersantai sambil makan dan minum di sepanjang perjalanan. Harga sewa kapal berkisar antara Rp 100.000 – Rp 300.000.
  • MUSEUM KALIMANTAN BARAT
Museum yang berada di Kalimantan Barat ini disebut juga sebagai Museum Negeri Pontianak. Tempat wisata bersejarah ini berada di Jalan Jendral Ahmad Yani, Pontianak. Di Museum ini ada pembagian tiga zona yang memiliki koleksi berbeda-beda. Mulai dari penemuan artefak di Kalimantan barat, benda-benda kerajaan, kerajinan seni dan budaya suku Dayak, hingga koleksi keramik dari China.

Di luar bangunan museum ini, akan ada sebuah taman kecil dengan jembatan kayu dan beberapa bangunan miniatur untuk menambah koleksi foto anda di media sosial. Jadwal kunjungan di museum ini pun bervariasi yaitu setiap hari Selasa - Kamis, jam 08:00 – 16:00 WIB dan Jumat - Minggu, Jam 08:00 – 15:00 WIB, dan tutup setiap hari Senin.
  • ALOE VERA CENTER
Aloe Vera Center adalah tempat budidaya tanaman lidah buaya, barada di Jalan Budi Utomo, Pontianak Utara. Di tempat ini, anda bisa menjumpai tanaman lidah buaya yang berukuran raksasa, yang mana berat setiap pelepahnya mencapai 1,2 kg. Selain itu, anda bisa melihat proses pengolahan tanaman lidah buaya menjadi aneka makanan, seperti permen, dodol, dan tepung. Selain diolah menjadi makanan, tanaman ini juga diolah menjadi krim untuk kulit.
  • RUMAH BETANG RADAKNG
Rumah Betang Radakng merupakan replika rumah adat suku Dayak di Kalimantan Barat yang sengaja dibangun oleh Pemerintah Kota di Jalan Sultan Syahrir, Kota Baru, Pontianak. Tempat wisata ini meraih rekor sebagai rumah adat terpanjang di Indonesia. Panjangnya mencapai 138 meter dengan lebar 5 meter dan tinggi 7 meter.

Rumah ini memiliki ciri berbentuk rumah panggung panjang. Semakin banyak anggota keluarga maka semakin panjang rumah betang karena suku Dayak memilih hidup bersama semua anggota keluarganya di satu rumah.

Rumah betang terdiri dari tiga bagian yaitu teras atau pante, ruang selasar yang biasa digunakan untuk berkumpul seluruh anggota keluarga dan ruang tidur atau bilik yang merupakan ruang pribadi setiap kepala keluarga. Rumah Betang Radakng ini berbahan kayu ulin dan dihiasi dengan ukiran dan lukisan khas Dayak.
  • TAMAN ALUN KAPUAS

Taman seluas 3 hektar ini menjadi salah satu tempat yang nyaman untuk bersantai. Alun-alun Kapuas memiliki jam operasional mulai pukul 06.00 - 18.00 setiap harinya. Saat ini juga kita tidak akan menemukan penjual makanan, pakaian dan sebagainya yang memadai area taman seperti beberapa waktu yang lalu. Taman Alun-alun Kapuas tertata lebih rapi, sejuk dengan pepohonan dan disediakan track untuk mengelilingi taman ini.
  • TAMAN DIGULIS
Taman yang berada di dekat Tugu Digulis ini dibuat dengan dipenuhi tanaman bunga dan bangku untuk anda bersantai bersama keluarga. Taman ini menjadi salah satu destinasi untuk berfoto, berkumpul bahkan berolahraga. Terdapat jogging track di belakang taman sebagai fasilitas anda berlari kecil mencari keringat di pagi maupun sore hari.

AMAN
Dengan tingkat keamanan yang baik di kota ini, membuat siapapun akan merasa nyaman dan tentram untuk tinggal maupun hanya berkunjung. Dengan maraknya kasus kejahatan yang terjadi akhir-akhir ini, kota Pontianak sedikit terusik dan masyarakat diminta untuk lebih waspada dalam beraktivitas diluar maupun di lingkungan sekitar. Namun secara garis besar, Pontianak masih menjadi kota yang layak dikatakan aman bagi kita semua. Mari kita terus menjaga keamanan demi kenyamanan bersama.
.
RAMAH
Siapa yang tidak mengenal keramahan masyarakat Kota Pontianak? Salah satu ciri khas yang diberikan masyarakat kita adalah menyambut baik siapapun yang datang ke kota ini. Awak Datang Kamek Sambot adalah salah satu slogan yang menunjukkan keramahan kita. Anda datang ke kota ini, akan kami berikan sambutan hangat untuk anda. Silahkan menikmati kota yang indah ini sebagai salah satu tujuan wisata anda.

Demikianlah penjelasan tentang Pontianak Kota Bersinar (BERSIH, SEHAT, INDAH, AMAN, RAMAH) versi saya kali ini. Semoga kita semua dapat terus berkolaborAksi mewujudkan #PontianakHebat kedepannya! Aamiin..

CONVERSATION

5 komentar:

  1. nilai plus buat artikelnya, lengkap dan mantap mengulas kota pontianak dari siksi yang berbeda,,, tapi..... harus masih berjuang di serp google :)
    tetap semangat !!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, mastah seo yang ngasi komentar, ngeriii.. mohon bimbingannye mastah...

      Hapus
  2. wihhh... untung saye di Pontianak, jadi bisa merasakan semua kebahagiaan ala Pontianak. Makanan sedap, tempat wisata lumayan banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cuma bedenye saye nih mendam di Pontianak jak, pengenlah sekalian nebeng jalan2 tu bang. Dalam ransel pon tak ape lah. hahahaha...

      Hapus
  3. bangge eh jadi budak pontianak

    tambah lagi bg. sekarang dah ade 4 taman baca di 4 taman kota. :)

    BalasHapus

"Komentar yang baik akan menunjukkan pribadi yang baik pula."

Terima kasih telah berkunjung dan membaca tulisan ini. Bantu SHARE yaa jika berkenan. Silahkan centang beri tahu saya untuk berinteraksi lebih lanjut di kolom komentar.

Salam hangat,
Leemindo.com